Siklon Tropis Cempaka Sebabkan Cuaca Ekstrem Jawa-Bali: Ini Kondisi Terkini Menurut BNPB

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir, longsor dan puting beliung seiring cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia akibat Siklon Tropis Cempaka.
Anggara Pernando | 28 November 2017 23:19 WIB
Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pacitan sejak Senin (27/11/2017) hingga Selasa (28 /11/2017) mengakibat tanah longsor dan banjir di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pacitan. - Istimewa

Bisnis.com, SEMARANG -- Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir, longsor dan puting beliung seiring cuaca ekstrem yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia akibat Siklon Tropis Cempaka.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan berdasarkan peringatan dari BMKG siklon ini berada di sekitar 32 km sebelah selatan-tenggara Pacitan Provinsi Jawa Timur. Kekuatan siklon 65 km per jam pada Selasa (28/11/2017).

Dampak dari siklon tropis Cempaka adalah cuaca ekstrem seperti hujan deras, angin kencang, dan gelombang tinggi di Jawa dan Bali.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPBSutopo Purwo Nugroho menyebutkan cuaca ektrem yang menimbulkan bencana terjadi di 21 kabupaten kota di Jawa dan Bali.

Wilayah ini meliputi Kabupaten Situbondo, Sidoarjo, Pacitan, Wonogiri, Ponorogo, Serang, Sukabumi, Purworejo, Tulungagung, Semarang, Klaten, Malang, Wonosobo, Klungkung, Kota Yogyakarta, Gunung Kidul, Kulon Progo, Sleman, Bantul, Kudus, hingga Sukoharjo.

Sutopo menyampaikan daerah Pacitan merupakan wilayah paling dekat dengan siklon tropis Cempaka. Akibatnya terjadi hujan lebat sehingga menimbulkan banjir dan longsor pada Selasa (28/11/2017) dini hari.

Sungai-sungai meluap menyebabkan ribuan rumah terendam banjir.

Banjir meluas terjadi 13 desa di 3 kecamatan yaitu Kecamatan Pacitan (Desa Sirnoboyo, Desa Sukoharjo, Desa Kayen, desa kembang, Desa Ploso, Desa Arjowinangun, Desa Sidoharjo), Kecamatan Kebon Agung (Desa Purworejo, Desa Banjarjo, Desa Kebon Agung), dan Kecamatan Arjosari (Desa Pagutan, Desa Jatimalang, Desa Arjosari). Jalan lintas selatan lumpuh total.

"Banjir dan longsor menyebabkan 11 orang meninggal dunia di Kabupaten Pacitan. Ke-11 korban meninggal dunia terdiri dari 9 orang akibat tertimbun tanah longsor dan 2 orang hanyut terbawa banjir," kata Sutopo melalui keterangan tertulis, Selasa (28/11/2017).

Berdasarkan data, diperkirakan siklon tropis Cempaka baru akan bergerak menjauhi wilayah Indonesia pada Rabu (29/11/2017).

Namun masih memberikan dampak hujan deras dan gelombang tinggi di wilayah Jawa dan Bali. Masyarakat diimbau meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman banjir, longsor dan puting beliung.

Tag : bencana alam
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top