Cuaca Panas & Terik, Ini Penjelasan BMKG

Senin (18/9/2017) cuaca panas dan terik melanda Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara yang sebenarnya telah dirasakan selama beberapa hari belakangan ini. Ini penjelasan BMKG.
Dika Irawan | 18 September 2017 21:52 WIB
Ilustrasi cuaca panas - themetrognome.in

Bisnis.com, JAKARTA - Senin (18/9/2017) cuaca panas dan terik melanda Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara yang sebenarnya telah dirasakan selama beberapa hari belakangan ini. Cuaca panas dan terik merupakan fenomena cuaca alamiah yang biasa terjadi.

Berdasarkan keterangna Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dilansir dari laman remsinya pada Senin, kejadian cuaca panas dan terik lebih sering terjadi pada pada bulan-bulan puncak musim kemarau.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kondisi tersebut, meliputi gerak semu matahari yang saat ini berada di sekitar khatulistiwa yakni sekitar 22-23 September berada tepat di atas khatulistiwa, sehingga radiasi matahari yang masuk cukup optimum.

Hal ini ditandai dengan hasil monitoring suhu udara maksimum berkisar antara 34.0 - 37.5 °C.

Dengan kata lain masih dalam kisaran normal suhu maksimum yang pernah terjadi berdasarkan data klimatologis 30 tahun antara 34,0 – 37,5 °C.

Aliran massa udara dingin dan kering yang bergerak dari Australia menuju Indonesia sebelah selatan khatulistiwa terutama di sekitar Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara.

Kondisi ini ditandai dengan adanya kelembaban udara yang <60% di ketinggian 3.000 meter dan 5.000 meter dari permukaan laut.

Tag : bmkg
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top