BISNIS INDONESIA (21/4), Seksi Market : Performa ASII Bakal Membaik

Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Jumat, 21 April 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/
Ahmad Yusuf | 21 April 2017 03:59 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Jumat, 21 April 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

Seksi Market

Hal 13. KINERJA EMITEN 2017: Performa ASII Bakal Membaik
Kinerja keuangan PT Astra International Tbk. sepanjang tahun ini diperkirakan membaik seiring dengan realisasi kinerja pada 3 bulan pertama yang mencetak pertumbuhan dua digit.

Hal 14. KINERJA KUARTAL I: TLKM Cetak Pertumbuhan 2 Digit
PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. mencetak kinerja yang moncer pada kuartal I/2017 dengan pertumbuhan dua digit baik untuk untuk pendapatan, EBITDA, dan laba bersih (triple double digit growth).

Hal 15. KINERJA EMITEN RITEL: Saham UNVR Kian Tenar
Sepanjang tahun berjalan, saham emiten consumer goods PT Unilever Indonesia Tbk. sudah naik Rp6.475 per saham atau tumbuh 16,67% ke level Rp45.300 per saham.

Hal 16. KOMODITAS MINYAK MENTAH: Harga Cenderung Mendingin
Harga minyak mentah diprediksi cenderung melemah sampai akhir April 2017 seiring dengan kondisi pasar yang masih mengalami surplus pasokan. Dalam 10 hari ke depan, harga diperkirakan bergerak dalam rentang US$49—US$52,50 per barel.

Hal 17 - 20. TABEL BURSA

Hal 21. IKLAN

Hal 22. JAMINAN SOSIAL KETENAGAKERJAAN: BPJSTK Targetkan Dana Kelolaan Naik Signifi kan
Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) menargetkan dana kelolaan dari program jaminan pensiun pada tahun ini bisa tumbuh signifi kan yang didorong oleh penambahan jumlah peserta.

Hal 23. KINERJA KUARTAL I/2017: Laba BNI Syariah Melambat
PT Bank BNI Syariah membukukan laba Rp77,64 miliar sepanjang kuartal I/2017, tumbuh 3,3% secara year on year. Kinerja tersebut melambat jika dibandingkan dengan perolehan laba pada periode yang tercatat tumbuh 64,62% secara year on year.

Hal 24. TRANSAKSI CALL SPREAD: Partisipasi Bank Masih Minim
Transaksi fasilitas lindung nilai derivatif structured product jenis call spread sejak diperkenalkan pada September tahun lalu hingga kini belum optimal.

Tag : headlines bisnis indonesia
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top