BISNIS INDONESIA (19/4), Seksi Utama : Bunga LRT Mekar

Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Rabu, 19 April 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/
Priyo Susilo | 19 April 2017 01:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Rabu, 19 April 2017. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

Seksi Utama

Hal 1. PEMBIAYAAN PROYEK KERETA RINGAN ; Bunga LRT 'Mekar'
Pemerintah mengajukan usulan baru besaran bunga kredit perbankan untuk pembiayaan light rail transit atau LRT Jabodebek, dari semula 7% menjadi kisaran 8%–8,25%.

MENUJU KURSI DKI 1 ; Siapapun Pemenangnya...
Anggia Chandra Muliawan, pengemudi ojek online asal Paseban, Senen, Jakarta Pusat, tak mau ambil pusing ihwal siapa yang jadi pemenang di Pilkada DKI putaran kedua, yang berlangsung hari ini. “Bagi saya yang penting semuanya aman dan terkendali, mau siapapun pemenangnya,” ujar Anggia kepada Bisnis, Selasa (18/4).

ASOSIASI MEDIA SIBER INDONESIA ; Bersama Perangi Berita Bohong
Setiap hari, terdapat sekitar 15.000 konten berita yang beredar di dunia maya, sebanyak 24.000 komentar di media daring (online), 5 jutaan kicauan di Twitter, 32 juta pengunjung Facebook, dan jutaan percakapan di forum online lain.

Hal 2. Memperkuat Diplomasi Sawit
Diplomasi sawit Indonesia kembali menemui jalan terjal. Ujian itu datang dari Uni Eropa. Parlemen Uni Eropa meloloskan resolusi berjudul Report on Palm Oil and Defo restation of Rainforest. Resolusi itu pada intinya menuduh sawit memicu deforestasi dan berdampak negatif terhadap lingkungan, sosial dan hak asasi manusia.
KHUDORI ; Anggota Pokja Ahli Dewan Ketahanan Pangan Pusat

Hal 3. Iklan

Hal 4. KUNJUNGAN MIKE PENCE KE INDONESIA ; Momentum Klarifikasi
Kedatangan Wakil Presiden Amerika Serikat Mike Pence akan dimanfaatkan oleh Pemerintah Indonesia untuk mengklarifikasi sejumlah tudingan AS terkait dengan hubungan dagang kedua negara.

Hal 5. DIREKTUR UTAMA BLU LMAN RAHAYU PUSPASARI ; “Fleksibilitas Itu demi Kepastian”
Di tengah keterbatasan ruang fiskal, pemerintah baru saja merilis skema baru pendanaan untuk pengadaan lahan. Skema ini dimandatkan kepada Badan Layanan Umum Lembaga Manajemen Aset Negara (BLU LMAN).

Hal 6. INDUSTRI PERKEBUNAN ; Kalbar Diminta Kerek Produktivitas
Direktorat Jenderal Perkebunan menilai industri perkebunan di Kalimantan Barat minim produktivitas sehingga mengakibatkan hilangnya pendapatan untuk negara hingga Rp38,6 triliun. Komoditas andalan Kalbar mencakup kelapa sawit, karet, dan kakao.

Hal 7. INDUSTRI SAWIT & KERTAS ; Pengusaha Riau Resah Aturan Baru
Kelangsungan industri minyak kelapa sawit dan kertas di Provinsi Riau bakal terancam menyusul dikeluarkannya beleid PP No. 57/2016 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut dan Permen LHK 17/2017 tentang Pembangunan Hutan Tanaman Industri.

Hal 8. PENGGELEMBUNGAN HARGA ALKES ; Modus Korupsi Mulai Bergeser
Modus penggelembungan harga alat-alat kesehatan menjadi modus terbanyak dalam kasus tindak pidana korupsi kesehatan sepanjang 2010— 2016. Modus alat kesehatan itu menggeser pola korupsi harga obat.

 

Tag : headlines bisnis indonesia
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top