Bisnis Indonesia Edisi Kamis 25 Agustus 2016, MARKET: Saham Seri A Dipertahankan

Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Kamis, 25 Agustus 2016. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/
Yusuf Waluyo Jati | 25 Agustus 2016 05:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Kamis, 25 Agustus 2016. Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

Seksi Market

Hal 13.HOLDING BUMN: Saham Seri A Dipertahankan
Pemerintah berencana mempertahankan saham seri A atau saham dwiwarna di BUMN yang akan bergabung dalam holding, untuk mempertahankan hak istimewa pemerintah.

Hal 14.REGULASI DIRE MANDEK: Sektor Properti Bisa Kehilangan Momentum
Sejumlah kalangan menilai pelaku usaha di sektor properti bisa kehilangan momentum pasar jika penerbitan regulasi yang komprehensif terkait dana investasi real estate (DIRE) mandek.

Hal 15. KINERJA SEMESTER I/2016: Pilih-pilih Emiten Telekomunikasi
Hingga saat ini, tiga emiten jasa telekomunikasi sudah menerbitkan laporan keuangan semester I/2016. Di antara mereka, siapa saja yang layak untuk dilirik?

Hal 16. PERSEDIAAN AS MELONJAK: Minyak WTI Bakal Tergelincir
Harga minyak diprediksi tertekan seiring dengan rencana kesepakatan pembekuan produksi OPEC menemui jalan buntu. Di sisi lain, stok mingguan minyak Amerika Serikat bakal bertambah, sehingga semakin menyesakkan pasar yang mengalami surplus suplai.

Hal 17.s/d 20
tabel bursa moneter

Hal 21. PENJUALAN PRODUK ASURANSI: Agen 'Dibayangi' Kemajuan Teknologi
Alunan lagu Laskar Pelangi, membuat Ballroom Regale Convention Center, Medan semarak. Meriahnya panggung dan teriakan penuh kegembiraan ratusan agen asuransi terpilih menambah kemeriahan penyelenggaraan Top Agen Award Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia yang digelar dua pekan lalu.

Hal 22. KINERJA PERBANKAN DAERAH: NPL dan Kredit Seret Jadi Momok
Kinerja perbankan di sejumlah daerah hingga semester I/2016 masih dibayangi kenaikan kredit bermasalah serta rendahnya penyerapan kredit.

Hal 23. PEMBINAAN UKM: Dipupuk Sekarang, Tuai Kemudian
Ibarat tumbuhan yang masih muda, tak mungkin bisa langsung dipetik buahnya. Begitu pula dengan usaha kecil yang tak bisa langsung diharapkan mampu membayar angsuran atas pinjamannya kepada bank.

Hal 24.PERLAMBATAN EKONOMI: Pembiayaan Bermasalah Masih Tinggi
Bank umum syariah menutup paruh pertama 2016 dengan kenaikan rasio pembiayaan bermasalah sekitar 59 basis poin dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Sumber : Bisnis Indonesia

Tag : Bisnis Indonesia 30 Tahun
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top