Bisnis Indonesia Edisi Selasa 2 Agustus 2016, Market: Konsumsi Domestik Jadi Andalan

Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Selasa, 2 Agustus 2016. . Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/
Yusuf Waluyo Jati | 02 Agustus 2016 03:33 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Selasa, 2 Agustus 2016. . Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

Seksi Market

Hal 13.EMITEN MAKANAN DAN MINUMAN: Konsumsi Domestik Jadi Andalan
Kinerja emiten makanan dan minuman mulai menunjukkan tren yang positif. Peningkatan konsumsi domestik pada paruh pertama tahun ini menjadi pemicu peningkatan emiten sektor consumer goods.

Hal 14.KEPEMILIKAN SAHAM DI BURSA: Investor Lokal Potensial Naik Jadi 60%
Aliran dana repatriasi ke pasar sa ham lewat transaksi tutup sendiri berpotensi mem balikkan komposisi kepemilikan saham investor do mestik menjadi 60% dan investor asing menjadi 40%.

Hal 15. EMISI OBLIGASI: Kala AP II Gencar Masuk Pasar
Di tengah peningkatan penerbitan obligasi BUMN yang telah terjadi sejak 2015 dan berlanjut hingga 2016, BUMN pengelola bandar udara PT Angkasa Pura II (Persero) turut memanfaatkan salah satu instrumen pendanaan di pasar modal itu.

Hal 16. PERUBAHAN STRATEGI CHINA: Harga Batu Bara Memanas Signifikan
Harga batu bara meroket ke level tertinggi dalam 17 bulan terakhir seiring dengan langkah China sebagai produsen terbesar di dunia mengubah strategi menjadi importir. Meskipun demikian, harga masih rentan koreksi akibat proyeksi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada kuartal IV/2016.

Hal 17.s/d 20
tabel bursa moneter

Hal 21. KINERJA ASURANSI UMUM: Properti Sokong Pertumbuhan Premi
Pendapatan premi sejumlah perusahaan asuransi umum sepanjang semester pertama tahun ini menunjukkan tren pertumbuhan lantaran ditopang lini bisnis properti dan kesehatan.

Hal 22.IMBAL HASIL DPLK: Pelaku Hanya Berani Patok 7%—8%
Sejumlah pengelola dana pensiun lembaga keuangan atau DPLK memperkirakan imbal hasil yang dapat ditawarkan kepada peserta sepanjang 2016 hanya berkisar 7%-8%.

Hal 23.PROFITABILITAS BANK: Kinerja Syariah Kedodoran
Setelah sempat menunjukkan pertumbuhan positif, laba perbankan syariah tercatat menurun signifikan memasuki periode kuartal II/2016.

Hal 24.POTENSI PENINGKATAN NPL: Restrukturisasi Jadi Opsi
Restrukturisasi kredit tampaknya bakal ditempuh perbankan untuk menekan potensi pembengkakan rasio kredit bermasalah pada semester II/2016.

Sumber : Bisnis Indonesia

Tag : Bisnis Indonesia 30 Tahun
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top