Bisnis Indonesia Edisi Selasa 2 Agustus 2016, Industri: Aktivitas Industri Loyo

Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Selasa, 2 Agustus 2016. . Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/
Yusuf Waluyo Jati | 02 Agustus 2016 03:33 WIB
Seksi Industri - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - Berikut ini adalah ringkasan headlines BISNIS INDONESIA edisi cetak Selasa, 2 Agustus 2016. . Untuk menyimak lebih lanjut, silahkan kunjungi http://epaper.bisnis.com/

Seksi Industri

Hal 25. SIKLUS TAHUNAN: Aktivitas Industri Loyo
Aktivitas industri manufaktur ternyata belum juga pulih usai libur panjang hari raya. Selain terdampak akibat siklus tahunan tersebut, manufaktur juga diduga mengurangi produksi mengantisipasi permintaan yang tidak tumbuh sesuai dengan ekspektasi.

Hal 26. KOMODITAS KAKAO: Bahan Baku Berkurang, Industri Melesu
Kalangan industri di Tanah Air mengeluhkan kurangnya pasokan bahan baku kakao dari produksi domestik. Kondisi ini menyebabkan aktivitas industri lesu, dan berujung pada terkoreksinya angka ekspor kakao olahan.

Hal 27. RUMAH MBR 2017: Holding BUMN Ditugasi Bangun 100.000 Unit
Pemerintah akan memberikan target pembangunan 100.000 unit rumah pada 2017 bagi perusahaan induk BUMN perumahan yang akan terbentuk tahun ini guna memacu penyediaan rumah, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah atau MBR.

Hal 28.ANCAMAN KONGESTI: Operator Tanjung Priok Perlu Perbaiki Koordinasi
PT Pelabuhan Indonesia II disarankan memperbaiki koordinasi dengan pemangku kepentingan di Pelabuhan Tanjung Priok untuk mengantisipasi ancaman kongesti di pelabuhan tersibuk di Indonesia itu.

Hal 29.ANGKUTAN UDARA: Kemenhub Perlu Perbanyak Alokasi Terbang
Indonesia National Air Carriers Association meminta pemerintah meningkatkan ketersediaan waktu alokasi terbang atau slot time, seiring dengan kian besarnya minat masyarakat menggunakan jasa angkutan udara.

Hal 30. PENGUATAN NILAI TUKAR RUPIAH: Tarif Listrik Agustus Turun
Tarif tenaga listrik pada 12 golong an yang sudah mengikuti penyesuaian tarif tu run tipis pada Agustus karena penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Pe nurunan tarif itu berkisar Rp2 per kilowatt hour (kWh).

Hal 31.PERKEBUNAN KELAPA SAWIT: Moratorium Bakal Perkuat Industri Hilir
Kalangan akademisi menilai moratorium izin perkebunan kelapa sawit dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha agar fokus memperkuat industri pengolahan atau hilir komoditas tersebut yang bernilai tambah lebih besar bagi perekonomian nasional.

Hal 32. PASAR DI ASEAN: Penjualan Mobil Naik Tipis
Volume penjualan mobil di Asean pada semester I/2016 mencapai 1,52 juta unit naik 2,7% bila dibandingkan dengan pencapaian pada periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,48 juta unit.

Sumber : Bisnis Indonesia

Tag : Bisnis Indonesia 30 Tahun
Editor : Yusuf Waluyo Jati

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top