HEADLINES KORAN: Perjanjian Dievaluasi, Utang dan Dividen Menampar Rupiah

Rencana pemerintah mengevaluasi 67 perjanjian kerja sama investasi bilateral menjadi sorotan utama berbagai media nasional hari ini, Senin (2/6/2014) selain kemungkinan pelemahan rupiah dan membaiknya indeks saham Investor33 dibandingkan IHSG) dan indeks 45 saham paling likuid (LQ45).
John Andhi Oktaveri | 02 Juni 2014 08:29 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA— Rencana pemerintah mengevaluasi 67 perjanjian kerja sama investasi bilateral menjadi sorotan utama berbagai media nasional hari ini, Senin (2/6/2014).

Selain itu, kemungkinan pelemahan rupiah dan membaiknya indeks saham Investor33 dibandingkan dengan IHSG dan indeks 45 saham paling likuid (LQ45) juga menjadi sorotan utama media.

Berikut ini ringkasan berita-berita utama media Ibu Kota:

Perjanjian Dievaluasi

Pemerintah berencana mengevaluasi 67 perjanjian kerja sama investasi bilateral. Rencana itu harus dicermati. Jangan sampai revisi materi perjanjian justru memperkuat dominasi investor sehingga mengabaikan kepentingan nasional. Kebijakan itu juga akan membawa konsekuensi pada pemerintah yang baru nantinya. (KOMPAS)

Utang dan Dividen Menampar Rupiah

Memasuki bulan Juni, rupiah diprediksi akan melemah. Menutup akhir bulan Mei (30/5), rupiah tercatat di angka Rp11.611 per dolar Amerika Serikat atau menguat tipis dibandingkan sehari sebelumnya (28/5) yang mencapai Rp11.613. Bahkan pada bulan Juni ini rupiah diprediksi akan mengalami banyak tekanan. (KONTAN)

Indeks Investor33 Kalahkan IHSG

Indeks saham Investor33 membukukan kinerja lebih baik dibanding indeks harga saham gabungan (IHSG) dan indeks 45 saham paling likuid (LQ45). Selama Januari-Mei 2014, indeks Investor33 tumbuh 16,25%, sedangkan IHSG dan indeks LQ45 masing-masing menguat 14,5% dan 15,95%. (INVESTOR DAILY)

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top